Manchester United

Month

November 2010

Nov 14, 2010
Nov 14, 2010
Official website of Asian Games XVI Guangzhou 2010 → gz2010.cn

about asian games XVI Guangzhou 2010. news,photos,videos,special reports,schedule&results,athletes,sports,venues,etc.

Nov 14, 2010
Nov 14, 2010
Nov 14, 2010
Nov 14, 2010
Nov 14, 2010
Nov 14, 2010
“Fall in love or fall in hate. Get inspired or be depressed. Ace a test or flunk a class. Make babies or make art. Speak the truth or lie and cheat. Dance on tables or seat in the corner. Life is divine chaos. Embrace it. Forgive yourself. Breathe. And enjoy the ride…” —Solbeam
Nov 14, 2010
“I asked for Strength……
And God gave me Difficulties to make me strong.
I asked for Wisdom……
And God gave me Problems to solve.
I asked for Prosperity…….
And God gave me Brain and energy to work.
I asked for Courage…….
And God gave me Danger to overcome.
I asked for Love……..
And God gave me Troubled people to help.
I asked for Favors…….
And God Gave me Opportunities.
I received nothing I wanted
But I received anything I needed”
—Google
Nov 14, 2010
“Do what makes you happy. Be with who makes you smile. Laugh as much as you breathe. Love as long as you live.” —
Nov 14, 2010
Nov 14, 2010

September 2010

Sep 15, 2010516 notes
Sep 15, 2010397 notes
Sep 15, 2010244 notes
Sep 15, 2010350 notes
Sep 15, 2010159 notes
Sep 3, 2010
Sep 3, 2010252 notes
Sep 3, 2010508 notes
Sep 3, 2010279 notes
Sep 3, 2010356 notes

August 2010

Sep 1, 20101,139 notes
Sep 1, 2010150 notes
Aug 29, 2010174 notes
Aug 29, 2010126 notes
Aug 29, 2010130 notes
Aug 29, 2010465 notes
Aug 29, 2010113 notes
Aug 29, 201066 notes
Aug 29, 2010276 notes
Aug 29, 2010921 notes
Aug 29, 2010209 notes
Aug 29, 2010
Aug 29, 2010569 notes
Aug 29, 20102,963 notes
Aug 29, 2010286 notes
Sometimes, you forgive people simply because you still want them in your life.

adettaputri:

poeticheartache:

pjude:

hardlybelieving:littlelunalove:loves-an-illness:givemesomething:(via playthefool)(via suupermaan)

Aug 29, 2010939 notes
Badminton (Indonesia dan Malaysia harapan dunia)
Indonesia dan Malaysia Harapan Dunia Minggu, 29 Agustus 2010 | 09:04 WIB

AFP/MIGUEL MEDINATunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, maju ke final Kejuaraan Dunia 2010.

JAKARTA, Kompas.com - Meski negara mereka  sedang berselisih, para pemain Indonesia dan Malaysia menjadi harapan dunia bulu tangkis untuk menembus dominasi China.

Dominasi Asia -khususnya China- di dunia bulu tangkis memang menjadi promosi buruk buat olah raga ini sendiri.  Pertandingan sesama pemain China menjadi tidak menarik buat peminat negara lain. Apalagi ada beberapa kasus pengaturan hasil pertandingan sesama pemain China  seperti yang terjadi di Olimpiade.

Di kejuaraan dunia di Baron Pierre de Coubertin, paris tahun ini, China melolsokan semua pemainnya di lima nomor final. Tiga di antaranya berlangusng sesama pemain China. Hanya di nomor tunggal putera dan ganda putera, pemain China berhadapan dengan pemain Indonesia dan malaysia.

Tunggal putera Indonesia, Taufik Hidayat membuktikan usia tidak menjadi halangan buat berprestasi. Ia akan mencoba meraih kembali gelarnya pada 2005 dengan menghadapi pemain China, Chen Jin. Taufik yang diunggulkan di tempat kelima dalam kejuaraan dunia bulu tangkis di Paris kali ini, maju ke final dengan mengalahkan  unggulan 13 Park Sung Hwan dengan 21-10 22-20.

Bagi Taufik, ini adalah kesempatan terbesar buat meraih kembali gelar juara dunia yang pernah digenggamnya pada 2005. Di babak perempatfinal ia mengandaskan perlawanan unggulan pertama, Lee Chong Wei yang selama ini menjadi batu sandungan Taufik.

Di babak final ia akan menghadapi pemian asal China, Chen Jin. Unggulan 4 ini tahun lalu mengandaskan Taufik di kejuaraan dunia. Bagi Taufik, pertemuannya dengan Chen Jin sekaligus untuk mencegah hegemoni negara tirai bambu di sektor tunggal putera setelah selama ini dikuasai oleh Lin Dan.

Sementara Malaysia mencoba menghadang China di sektor ganda putera. Unggulan pertama, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong akan menghadapai  ganda China, Cai Yun/Fu Haifeng. Ganda China ini di babak semifinal menyingkirkan andalan Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan dalam dua game langsung 21-16 21-13.

Bagi Malaysia, pasangan Koo/Tan menjadi harapan terakhir untuk memenuhi ambisi mereka yang tidak pernah menjadi juara dunia sejak pertamakali diselenggarakan di Malmoe pada 1977. Untuk memenuhi ambisi ini, Malaysia bahkan berani menjanjikan bonus ratusan puluhan ribu dolar AS kepada para pemain  yang bisa menjadi juara dunia.

Buat Taufik, apakah bonus seperti itu  juga akan diterima seandainya ia menjadi juara dunia dan mengangkat kembali pamor Indonesia?

Jadwal lengkap final:
Zheng Bo [8]/Ma Jin [CHN]-[CHN] He Hanbin [6]/Yu Yang
Taufik Hidayat [5] [INA]-[CHN] Chen Jin  [4]
Lin Wang [7] [CHN]-[CHN]  Wang Xin [3]
Ma Jin [1] [CHN]/Wang Xiaoli [CHN]-[CHN] Du Jing [2]/[CHN] Yu Yang
Koo Kien Keat [1]/Tan Boon Heong [MAS]-[CHN] Cai Yun [5]/[CHN] Fu Haifeng

Aug 28, 2010
Aug 28, 2010
Seputar Badminton Indonesia (Pemain tunggal putra ranking 1 dunia tersingkirkan)
Kejuaraan Dunia 2010 Taufik Fantastis! Singkirkan Chong Wei Jumat, 27 Agustus 2010 | 21:08 WIB

AFP/MIGUEL MEDINATaufik Hidayat, maju ke semifinal Kejuaraan Dunia 2010, setelah taklukkan Lee Chong Wei.

JAKARTA, KOMPAS.com — Taufik Hidayat tampil sangat fantastis dan mengesankan dalam pertarungan klasik melawan musuh bebuyutannya asal Malaysia, Lee Chong Wei, pada perempat final turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010, Jumat (27/8/2010). Juara dunia 2005 ini menang 21-15, 11-21, 21-12 sekaligus mengubur impian Chong Wei untuk meraih gelar pertama di turnamen yang belum pernah dia menangkan tersebut.

Dengan demikian, Taufik menyegel tiket ke semifinal dan berpeluang mengulangi kesuksesan lima tahun silam. Namun, unggulan kelima yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Athena ini masih harus melewati satu tantangan terberat untuk melangkah ke final karena dia kemungkinan besar bertemu juara bertahan, Lin Dan. Unggulan ketiga asal China ini, yang membidik gelar keempat secara beruntun, akan menghadapi pemain Korea Selatan, Park Sung Hwan (unggulan ke-13).

Dalam duel berdurasi 60 menit tersebut, Taufik menampilkan permainan yang cantik. Selain akurasi pukulan dan smes mematikan, termasuk backhand smash yang menjadi andalannya, Taufik juga memiliki pertahanan yang bagus untuk membendung gempuran Chong Wei. Alhasil, mantan pemain pelatnas ini berhasil menyingkirkan Chong Wei, yang dalam lima pertemuan terakhir selalu mengalahkannya.

Pada set pertama, Taufik tak memberikan kesempatan kepada Chong Wei untuk menyamakan perolehan poinnya. Sejak memimpin 3-0 pada awal pertandingan, unggulan kelima ini terus mempertahankan momentum sampai meraih kemenangan 21-15.

Tak ingin impiannya terkubur dengan kekalahan straight set, Chong Wei bermain lebih agresif pada set kedua. Taktik dan strategi sang juara All England 2010 ini berhasil karena dia terus memberikan tekanan yang membuat permainan Taufik tidak bisa berkembang. Setelah menyamakan skor menjadi 3-3, Chong Wei terus menjauh dari kejaran sampai menang 21-11 dan memaksa rubber game.

Pada game ketiga yang menjadi penentu, Chong Wei sempat berada di atas angin karena selalu memimpin perolehan poin sejak awal hingga skor 10-7. Namun, Taufik, yang bulan Juni lalu ditaklukkan Chong Wei pada final Indonesia Terbuka Super Series, secara perlahan bisa mengejar dan malah balik memimpin 12-10 berkat raihan lima poin secara beruntun.

Chong Wei sempat menambah dua poin untuk menyamakan skor menjadi 12-12. Namun, Taufik setelah itu tampil lebih tenang dan beberapa kali berhasil menyambar bola netting Chong Wei. Inilah yang membuat Taufik tak terbendung lagi. Dia berhasil meraup sembilan poin secara beruntun untuk menang 21-12 dan memastikan diri maju ke semifinal.

Keberhasilan ini membuat Taufik memperbaiki rekor pertemuannya dengan Chong Wei menjadi 9-6. Selain itu, Taufik juga tetap menjadi harapan Indonesia untuk meraih gelar di turnamen ini setelah ganda campuran terbaik Tanah Air, Nova Widianto/Liliyana Natsir, gagal melangkah ke babak empat besar setelah kalah dari pasangan China, Zheng Bo/Ma Jin.

Aug 28, 2010
Seputar Badminton Indonesia (Sang Penakluk Nova/Lilyana)
Kejuaraan Dunia 2010 Penakluk Nova/Liliyana ke Final Sabtu, 28 Agustus 2010 | 17:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda campuran China Zheng Bo/Ma Jin melangkah ke final turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010. Unggulan kedelapan yang kemarin menyingkirkan pasangan terbaik Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, meraih tiket partai puncak ini setelah menang 15-21, 21-11, 21-16 atas unggulan ke-12 dari Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun.

Kemenangan Zheng Bo/Ma Jin di Pierre de Coubertin Stadium, Paris, Sabtu (28/8/2010), membuat China sudah menyegel satu tiket di final. Mereka juga berpeluang menciptakan all-Chinese final di sektor ganda campuran ini jika unggulan keenam, He Hanbin/Yu Yang, berhasil menaklukkan unggulan ke-16 dari Taiwan, Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin.

Dalam turnamen ini, China memiliki wakil di semua sektor. Bahkan, untuk nomor ganda putri, tiga pasangannya mengepung satu pemain Taiwan yang merupakan unggulan ketiga, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin. Jika Du Jing/Yu Yang (unggulan ke-2) bisa kalahkan Cheng/Chien, maka China sudah pasti meraih gelar di nomor ganda putri karena pada partai semifinal lainnya mereka bertemu sesama pemainnya, unggulan utama, Ma Jin/Wang Xiaoli versus Cheng Shu/Zhao Yunlei (unggulan ke-4).

Meskipun unggulan ketiga sekaligus juara bertahan, Lin Dan, kemarin  sudah tersingkir, China masih memiliki wakil di sektor tunggal putra. Negeri Tirai Bambu ini masih bisa berharap kepada unggulan keempat, Chen Jin, yang akan bertemu unggulan kedua dari Denmark, Peter Hoeg Gade.

Untuk nomor tunggal putri, China juga berpeluang besar menciptakan all-Chinese final. Apabila unggulan ke-7, Wang Lin, bisa menaklukkan unggulan ke-4 dari Denmark, Tine Baun, maka gelar sektor ini pasti milik China. Pasalnya, partai lainnya mempertemukan sesama pemain China, Wang Xin (unggulan ke-3) melawan Wang Shixian (unggulan ke-6).

Dari nomor ganda putra, China menempatkan dua wakil di semifinal. Unggulan ke-4 Guo Zhendong/Xu Chen akan menantang unggulan utama dari Malaysia, Koo Kien/Keat Tan Boon Heong. Adapun unggulan ke-5, Cai Yun/Fu Haifeng, bertemu unggulan kedua dari Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan.

Aug 28, 2010
Badminton Dunia (Malaysia hampir meraih mimpi)
Kejuaraan Dunia 2010 Mimpi 33 Tahun Malaysia Hampir Terwujud Sabtu, 28 Agustus 2010 | 21:05 WIB

AFP/MIGUEL MEDINAGanda putra Malaysia, Koo Kien Keat (kiri) dan Tan Boon Heong.

JAKARTA, Kompas.com - Ganda putra nomor satu dunia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, maju ke final turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010. Dalam pertandingan di Pierre de Coubertin Stadium, Paris, Sabtu (27/8/10), unggulan utama dari Malaysia ini menang straight set 21-14, 21-18 atas unggulan empat dari China, Guo Zhendong/Xu Chen.

Dengan keberhasilan ini, maka Koo/Tan menguak harapan mereka serta negaranya, untuk meraih gelar pertama di turnamen bergengsi tersebut. Sebab, sejak Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya digelar pada tahun 1977, Malaysia belum pernah merasakan gelar ini. Jadi, wajar apabila beban sangat berat dipikul oleh Koo/Tan.

Selain dari sektor ganda putra, sebenarnya Malaysia juga memasang target untuk bisa mencuri gelar pertama mereka dari tangan Lee Chong Wei. Sayang, impian itu pupus setelah tunggal putra nomor satu dunia ini menyerah dari pemain Indonesia yang merupakan mantan juara dunia 2005, Taufik Hidayat.

Meskipun sudah menjejakkan kaki di partai puncak, perjuangan Koo/Tan untuk mewujudkan mimpi Malaysia selama 33 tahun, bakal masih sangat berat. Sebab, di final besok, Koo/Tan akan bertemu lagi dengan salah satu rival terberat mereka, yaitu pemenang antara unggulan kedua dari Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan dengan unggulan lima dari China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Seperti ketika kemarin mengalahkan ganda terbaik Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, Koo/Tan bermain sangat agresif dalam laga berdurasi 40 menit ini. Smes keras dari Tan dipadu dengan permainan cantik Koo di depan net, membuat pasangan Malaysia tersebut sangat dominan.

Di set pertama, Koo/Tan selalu memimpin perolehan poin. Meskipun ketika unggul 10-6 dan sempat terkejar sehingga skor jadi 10-10, Koo/Tan tetap mempertahankan strategi permainan menyerang, sehingga mereka menjauh lagi dari kejaran lawan. Selepas skor 13-13, Koo/Tan melejit dengan raihan tujuh poin beruntun, sebelum menang 21-14.

Pada set kedua, Guo/Xu berusaha mengambilalih kendali permainan. Usaha pasangan China ini sempat memberikan harapan besar untuk memenangkan game ini, karena mereka terus memimpin sejak awal. Bahkan, Guo/Xu jauh meninggalkan Koo/Tan dalam kedudukan 16-10.

Namun, Koo/Tan yang tak ingin kehilangan momentum, kembali ke bentuk permainan semula dengan melakukan serangan bertubi-tubi. Perjuangan pasukan besutan pelatih Rexy Mainaky ini memberikan hasil yang menakjubkan, karena mereka berhasil memborong delapan poin secara beruntun untuk membalikkan keadaan dan memimpin 18-16. Sempat terkejar, Koo/Tan kembali meraup tiga poin terakhir untuk menang 21-18.

Chen Jin ke final

Dari sektor tunggal putra, China masih memelihara asa untuk meraih gelar juara setelah Chen Jin melangkah ke final. Unggulan keempat ini meraih tiket partai puncak setelah menang 19-21, 21-8, 21-11 atas unggulan dua dari Denmark, Peter Hoeg Gade, dalam duel berdurasi 1 jam 11 menit.

Chen Jin menjadi satu-satunya harapan China untuk menjuarai sektor tunggal putra. Sebab, sang juara bertahan yang tiga tahun terakhir menjadi juara, Lin Dan, sudah tersingkir di perempat final karena kalah dari pemain Korea Selatan, Park Sung Hwan.

Aug 28, 2010
Seputar Badminton Indonesia (Ayo Taufik! Selangkah lagi!)
Kejuaraan Dunia 2010 Ayo Taufik! Tinggal Selangkah Lagi Minggu, 29 Agustus 2010 | 00:13 WIB

AFP/BORIS HORVATEkspresi tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, setelah mengalahkan Park Sung Hwan di semifinal Kejuaran Dunia 2010, Sabtu (28/8/10).

JAKARTA, Kompas.com - Taufik Hidayat melenggang ke final turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010. Tunggal putra terbaik Indonesia ini meraih tiket tersebut setelah menang straight set 21-10, 22-10 atas pemain Korea Selatan, Park Sung Hwan, Sabtu (28/8/10) di Pierre de Coubertin Stadium, Paris.

Dengan demikian, selangkah lagi Taufik akan mengulangi prestasi membanggakan pada tahun 2005, ketika menjadi juara di turnamen bergengsi ini. Tetapi, mantan pemain Pelatnas Cipayung, yang merupakan unggulan kelima ini, masih menghadapi satu tantangan berat, yaitu Chen Jin. Unggulan keempat asal China tersebut maju ke final, setelah menang 19-21, 21-8, 21-11 atas unggulan kedua dari Denmark, Peter Hoeg Gade.

Bagi Taufik, kemenangan ini bukan cuma mendekatkannya kepada gelar kedua di turnamen yang mulai bergulir pada tahun 1977 tersebut, tetapi dia tetap menjaga superioritasnya atas Park. Sebab, rekor pertemuannya dengan pemain unggulan ke-13 ini menjadi 8-0, sejak pertama kali mereka bertarung pada Piala Sudirman tahun 2007, di mana Taufik menang 21-12, 24-22.

Seperti yang telah dikatakannya usai menaklukkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, di perempat final kemarin, Taufik menunjukkan bahwa dia memiliki mental dan fisik yang siap untuk tampil di event besar ini. Hal tersebut sangat terbukti di set kedua, ketika Park bermain lebih agresif, tetapi tekanan itu bisa diatasinya.

Pada set pembuka, Taufik bermain nyaris sempurna. Beberapa gerak tipu yang dipadu dengan smes (termasuk backhand smash andalannya) dan penempatan bola yang akurat, membuat pemain berusia 29 tahun ini langsung “berlari” kencang selepas skor 2-2. Dalam waktu 19 menit, Taufik mengakhiri perlawanan Park dengan skor 21-10, setelah dia meraup tujuh poin terakhir secara berturut-turut.

Di set kedua, pertarungan berlangsung ketat dan menegangkan. Park, yang kemarin menghentikan juara dunia tiga kali berturut-turut asal China, Lin Dan, bermain lebih agresif untuk menyamakan kedudukan. Usahanya sempat memberikan harapan, karena dia hampir selalu memimpin perolehan poin sejak bisa mengejar dan menyamakan skor menjadi 7-7.

Bahkan, Park lebih dulu meraih set poin dalam kedudukan 20-18. Tetapi, Taufik yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Athena ini, bisa membalikkan situasi. Ketenangan dan kematangan bermain, serta mental juara yang dimilikinya, membuat Taufik berhasil mengunci angka pemain Korsel tersebut, sampai dia meraih kemenangan 22-20.

Dengan demikian, Indonesia telah meloloskan satu wakil ke final Kejuaraan Dunia 2010. Tim “Merah Putih” masih memiliki harapan menambah satu wakil lagi, apabila unggulan kedua ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan berhasil menaklukkan unggulan lima dari China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Aug 28, 2010
Seputar Badminton Indonesia (Kido/Henra gagal)
Kejuaraan Dunia 2010 Kido/Hendra Gagal, Taufik Jadi Harapan Minggu, 29 Agustus 2010 | 03:03 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Ganda putra terbaik Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, terjegal di semifinal turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010. Dalam duel di Pierre de Coubertin Stadium, Paris, Sabtu (28/8/10) malam waktu setempat atau Minggu (29/8/10) dini hari WIB, unggulan kedua ini kalah dua set langsung 16-21, 13-21 dari unggulan lima asal China yang merupakan juara bertahan, Cai Yun/Fu Haifeng.

Dengan demikian, Indonesia hanya menempatkan satu wakil di final turnamen bergengsi ini, yaitu tunggal putra Taufik Hidayat, yang akan bertemu pemain China, Chen Jin. Sedangkan bagi China, keberhasilan Cai Yun/Fu Haifeng ini membuat mereka meloloskan semua wakilnya ke final, dengan tiga gelar sudah pasti berada di genggaman (tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran), karena terjadi all-Chinese final.

Seperti yang sudah diprediksi, Kido/Hendra mengalami kesulitan untuk mengatasi salah satu musuh bebuyutannya tersebut. Meskipun sudah mengeluarkan kekuatan terbaik mereka, termasuk smes-smes keras dari Kido, tetapi sulit untuk menembus pertahanan China. Alhasil, Kido/Hendra harus mengakui keunggulan lawannya, yang mereka kalahkan di final Olimpiade Beijing 2008 silam.

Di final, Cai Yun/Fu Haifeng akan bertemu lagi dengan salah satu rival terberat mereka, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Unggulan utama dari Malaysia ini ke final setelah mengalahkan pemain China lainnya, Guo Zhendong/Xu Chen.

Sedangkan bagi Kido/Hendra, kekalahan ini membuat mereka gagal mengulangi prestasi tahun 2007, ketika menjadi juara event ini. Dan, hasil ini pula membuat rekor pertemuan dengan Cai Yun/Fu Haifeng menjadi 5-3 untuk keunggulan lawan.

Aug 28, 2010
Aug 28, 2010228 notes
Aug 28, 2010247 notes
Aug 28, 2010188 notes
Aug 28, 201089 notes
Aug 28, 2010
Next page →
2012 2013
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2010 2011 2012
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2009 2010 2011
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2009 2010
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December